Penyebab Air Radiator Selalu Berkurang Tapi Tidak Ada Tanda Kebocoran

Dalam dua minggu terakhir ini banyak yang menanyakan kepada saya tentang permasalahan air radiator yang selalu berkurang tapi tidak ada kebocoran yang tampak. Sebagai mekanik, masalah seperti sangat sering kita temukan didunia perbengkelan, umumnya pada mobil yang sudah berumur. Jika mobil kamu juga mengalami hal yang serupa sebaiknya waspadai sebelum kerusakan kecil seperti ini merembet menjadi masalah serius.

Seperti yang kita ketahui bahwa radiator adalah komponen yang sangat krusial dalam sistem mekanis yang berfungsi menjaga suhu mesin, atau penjelasan singkatnya menjaga mesin agar tidak over heat. Jika radiator tidak bekerja sebagaimana mestinya, kerusakan yang sangat serius hanya menunggu waktu. Jadi mari kita ulik penyebab kenapa air radiator selalu berkurang tapi tidak tampak tanda kebocoran.
Air Radiator
Sebagai mekanik, untuk mengetahui kerusakan komponen secara akurat, kita harus melakukan inspeksi secara langsung pada kendaraan yang bermasalah, karena setiap kerusakan tidak disebabkan oleh satu fakor, melainkan beberapa kemungkinan yang sangat komplek. Jadi saya akan menjelaskan kemungkinan penyebab berdasarkan logika, pengalaman dan ilmu teknis yang relevan.

1.Tutup Radiator Lemah
Tutup radiator itu memiliki pressure valve (katup tekanan). Secara mekanis, ketika suhu mesin meningkat dan tekanan pada coolant sudah mencapai batas, maka katup ini akan membuka jalur sehingga coolant dapat mengalir ke reservoir. 

Ketika pressure valve pada tutup radiator sudah melemah, maka katup akan membuka terlalu cepat, sehingga yang terjadi adalah coolant akan mengalir ke reservoir sebelum waktunya dalam jumlah yang berlebihan sehingga coolant akan meluber dan terbuang keluar. Karena stuasi ini hanya mungkin terjadi pada saat mesin hidup dan panas, maka coolant yang meluber keluar tadi akan langsung menguap akibat mengenai logam panas mesin, sehingga tidak meninggalkan jejak kebocoran.

Saran pertama adalah mengganti tutup radiator, pastikan spesifikasi tutup radiatornya sesuai untuk kendaraan Anda. Kemudian pantau perkembangannya, jika masalah teratasi, artinya memang yang bermasalah adalah tutup radiatot.

2. Kebocoran Halus (Preassure Leak)
Kasus ini cukup sering terjadi. Ada kebocoran halus pada selang atas maupun bawah, atau klem selang yang kendur atau bahkan ada kisi-kisi radiator yang mengalami kebocoran. Karena kebocorannya kecil, coolant baru keluar hanya pada saat mesin panas, karena pada saat itu tekanan pada sistem pendingin meningkat.

Karena kebocoran terjadi hanya pada saat tekanan pada sistem pendingin meningkat saat mesin panas, maka air radiator yang keluar akibat bocor akan segera menguap sehingga tidak meninggalkan jejak. Untuk memastikannya kita perlu melakukan pressure test.
Coolant

3. Kebocoran Head Gasket.
Untuk kasus ini tidak selalu terlihat secara kasat mata, seperti misalnya coolant merembes dari sambungan blok mesin, ada rembesan air radiator yang bisa dilihat. Kebocoran pada jalur coolant dan oli, kondisi ini bisa dilihat oli yang berubah warna seperti kopi susu. Lalu bisa jadi ada kebocoran dari silinder ke sistem pendingin yang ditandai muncul gelembung di reservoir.

Selain yang disebutkan diatas, ada kemungkinan coolant bocor dan masuk keruang bakar. Kalo kebocorannya besar, biasanya ditandai dengan knalpot mengeluarkan asap putih, tetapi jika kebocorannya kecil, seringkali tidak terlihat kasat mata. Untuk memastikannya kendaraan perlu di inspeksi langsung oleh mekanik.

Secara teknis, ketiga kemungkinan diatas sangat logis dan sering terjadi pada kasus Coolant berkurang tapi tidak tampak ada kebocoran. Jika Anda ragu, saya sarankan segera untuk membawa kendaraan ke bengkel. Jangan menunggu kerusakan semakin para yang bisa berakibat mesin mengalami over heat.